Free Download

Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu Thufail Al Ghilfari. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Lirik Lagu Thufail Al Ghilfari. Tampilkan semua postingan

20 Sep 2010

Integritas - Thufail Al Ghifari feat Aa Gym – Integritas

. 20 Sep 2010
0 komentar

[Aa Gym speaking]
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Assalaamu’alaykum Warohmatullahi Wabarokaatuh
[audience]
Wa’alaykumussalaam Warohmatullahi Wabarokaatuh


[Aa Gym speaking]
Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin, Allohumma sholi ‘ala Muhammad, wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Segala puja dan puji, total, semuanya hanya milik Allah.
Ujian apapun yang datang kepada kita,
pasti penyebabnya karena Allah menitipkan sesuatu pada diri kita.
Sehingga tidak layak menjadi ujub dan takabur terhadap ujian.
Melainkan menjadi tawadu’ dan bersyukur... [echoed]

[Thufail singin]
Di astana aku merana, disetiap air mata ku coba tetap membaca, diantara bahasa hati dan amarah.
Langkah-langkah harapan yang hilang, lenyap bersama omong kosong yang membentang.
Fasihnya kebebasan pun masih terkekang.
Pedasnya air samudra dan kemunafikan.
Sistem yang masih selalu menikam waktu kita.
Hak-hak yang selalu terlupakan.
Pedis mimpi yang menghampiri perjuangan kita.
Kaca mata diri tak dapat menatap pasti.
Sudut-sudut diskusi pun menjadi tak berarti,
apalagi yang harus ku mengerti,
saat hari ini masih tak jauh lebih berarti,
dari setiap detik hidup yang penuh caci maki.
Disetiap malam ku menyendiri, merangkum derita disetiap kesepian.
Andai bisa ku rangkai angkasa, dan ku tulis perasaanku padamu. Akan ku tuang hingga batas maksimal kemampuanku.
Agar kau mau mengerti, dibalik semua cerita, nada, bahasa, yang pernah ada;
Ku tak akan pernah melupakanmu...

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..
Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..

[Thufail singin]
Dapatkah kau tetap bijak?
Walau kepercayaan tertikam dari belakang.
Dapatkah termaafkan salah?
Lalu panjatkan syukur dan meredam prasangka, reduksikan amarah di indahnya hegemoni kita.
Di hadirat Ilahi ku bertahan.
Dalam telapak tanganNya ku berteduh.
Dan iman ini sejukkan nurani.
Masih perdulikah Tuhan pada diri ini?
Entahlah! Bersyukur lalu ku bersujud, rebahkan lutut takkan ku ratapi maut.
Disetiap batas waktu ku berserah, dan restui rencana perjuangkan takdir hidupku.
Jika dapat ku bentangkan mimpi, dan ijinkan ku menjinakkan duka.
Karena mata ini terlalu lelah menyimak derita, dan hati ini terlalu letih menapaki hari.
Disetiap langkah, ku menyimak nestapa.
Waktu yang selalu melukis cerita; luka, duka dan suka. Menjadikan semua kenangan yang penuh canda tawa.
Kadang hari pula begitu membosankan, menyulut emosi di setiap batas-batas mimpi kita.
Kau dan aku, kawan, kita semua, akan ku kenang selalu di dalam hatiku...

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..
Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..

[Thufail singin]
Biarkan setiap detik ini berjalan.
Dan waktu pun akan segera bicara, di hinanya cerita yang menghias arti perjalanan kita.
Kadang pula, duka memiliki wejangan yang jauh lebih bermakna.
Bersama air mata ku coba mengambil hikmah.
Dan menge-evolusikan semua menjadi suka.
Masih ingatkah kau Hei pembunuh asmara,
saat kita tersenyum bersama dan kita selalu berangkulan bersama, meretakkan masalah.
Dapatkah kau belajar dari hari-harimu?
Dapatkah kau kalahkan musuh terbesar dalam dirimu?
Hatimu, nurani, sikap, introspeksi, dan jati diri.
Akankah terbagi dan berakhir semua kepercayaan yang telah terbangun ini.
Cinta kasih yang menyusuri di setiap mimpi.
Dan harapan yang menggarisi cita-cita.
Langkah kadang begitu hampa, terlalu dingin dan tak bersuara.
Hingga di suatu saat nanti perjalanan ini akan segera berakhir.
Dan tak perlu lagi duka, seperti saat kita selalu bersama.
Saat kita selalu bersama menaklukkan semua.
Dari seorang yang takkan pernah melupakan kalian, Thufail al Ghifari.

[Backing Vocal]
Kuharap kau..tetap terjaga..tirai-i langkah dengan doa..
Kuharap kau.. tetap terjaga..tirai-i langkah dan doa..
[till end]

[Aa Gym du’a]
Allahumma sholi ‘ala Muhammad wa ‘ala ‘aalihi wa ashbihi ajma’iin
Duhai Allah Yang Maha Kaya.
Ampuni.. segala kecerobohan kami terhadap semua nikmat yang Kau beri Ya Allah.
Ampuni kekikiran kami menafkahkan rezki yang telah dititipkan kepada kami.
Ampuni keengganan kami menolong orang-orang lemah disekitar kami.
Ampuni kesombongan kami terhadap orang-orang yang tiada berdaya disekitar kami.
Ya Allah, tolongkan kami, menjadi pribadi yang indaaah,
Ya Allah. Limpahi kami dengan rezkiMu yang halal, berkah, melimpah.
Dan jadikan kami menjadi jalan bagi hamba-hambaMu.
Duhai Allah Yang Maha Agung, jadikanlah siapapun yang menyimak ini menjadi orang-orang yang ikhlaass menghadapi hidup ini.
Menjadi orang-orang yang terpelihara dari kezaliman terhadap siapapun, dan engkau lindungi dari kezaliman siapapun.
Ya Allah, selamatkanlah bangsa kami ini,
Ya Allah. Selamatkan negeri kami ini,
Ya Allah. Karuniakan kepada bangsa kami ini, para pemimpin yang ariiiff, ya Allah.
Ya Allah, bangkitkan kepada kami para pemimpin yang bijaak. Yang benar-benar cinta kepada kebenaran.
Yang benar-benar hidup selalu dalam kebenaran.
Yang benar-benar berjuang untuk membela kebenaran.
Engkaulah penggenggam setiap makhlukMu,
Ya Allah. Alhamdulillahirobbil ‘aalamiin.





Baca Selengkapnya....»»

Purintan ( Homicide Is Dead ) - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamualaikum …
Muslim strikes back yo…(strikes back)

Adalah bagaimana para atheis menyangkal nama Tuhannya
Fitnah terlebih dahulu tanpa beri kesempatan untuk bertanya
Tentukan setiap tema legitimasi logika seperti hak cipta
Supaya bisa kucuci seluruh ketololanmu dengan aqidah


Persetan dengan logika sejak parameter hak asasi kuffur dengan seberapa banyak maksiat yang kau benarkan tuk tetap ada
Kini lehermu-lah yang membuat golokku terasah
Target operasi diantara segudang komunis seperti sosialis di tempat sampah
Karena aku adalah libido kemarahanmu yang terangsang pada kedangkalan isi penipu Marxis idiot atheis yang tetap melacur di kelurahan nasionalis
Para manusia goblok warisan orientasi kontra pantura
Atheis berbisa ular belukar liberal
Idiot mana yang coba definisikan moral
Persetan dengan diskusi tanpa implementasi dan kunci pembuka hati dialektika omong kosong seribu bahasa
Instruksi air raksa
Sahabatku yang kau murtadkan tanpa sadar ke jurang neraka
Reduksi basa-basi hingga ke kafir yang paling fatal
Dustakan banyak dalil
Pluralis adalah ambisi
Wadah amunisi kalian memang lebih bangsat dari Abu Jahal
Logika kalian membuat kami siap tuk menuai badai

Untuk setiap logika pembenaran yang kau bela dengan fitnah
Yang membuat orang lain kuffur bersamamu
Untuk setiap ide yang kalian doktrin bagi utopia yang kalian harapkan
Aku bersumpah bagi seluruh kaderisasi Islam yang harus tetap bertahan
Dari setiap generasi Islam yang harus tetap terjaga
Maka setiap jenis sakal yang kalian olok-olokkan
Sampai akhir hidupku Islam akan kubela walau nyawaku harus rata dengan aspal
Aku bangga membuat badan dan leher kalian terpisah
Khotbah kalian terbatas pada gundukan sampah
Lawan api dengan api semoga kalian cepat rata dengan tanah
Tai sejarah memang homicide adalah selangkangan dajjal diatas metode yang penuh cairan ludah
Back-up omonganmu sambil menunggu neraka mampir
Hak hidupmu akan kubakar hingga arang terakhir
Seratus kali lebih dangkal dari tajuk pembakar batas
Seribu kali lebih busuk dari demokrasi Amerika
Kami akan selalu berpikir setiap kafir harus berakhir diperapian
Bagi dunia yang tak melebihi dari sebuah persinggahan
Karena keyakinan kami lebih besar dari sebuah orasi logika kalian basi, mulut kalian bau tengik terasi
Karena Jihad adalah wajib bagi munafik atheis seperti kalian
Maka jawaban atas lagu puritan adalah omung kosong besar
Bagi pengecut atheis yang masih bisa bersembunyi dibalik KTP Islam, yeah

Seberapa jauh kau bangga pada dirimu
Tapi arena mikropon ini juga berbicara tentang implementasi bung!
Wooo … Islam, is my life, is my way, is my habit ( Muslim unite…)

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Dari Gerakan ke Khilafah Islamiyyah - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Saudaraku, sarungkanlah pedang Ali dan Aisyah ketempat yang pantas

Ketika Grilya sudah harus menampakkan diri ke permukaan mainstream
Maka sampaikan salam ini ke setiap molotov dakwah
barisan revolusi Islam Mulai Mengejawantah
Walau harus diancam ribuan polisi neraka

Di titik ruang komunikasi sel – sel perkumpulan surga
Terekonstruksi dari energi akar madinah
Dibangun dari bahan dasar sebuah gerakan
Oasis dari bayangan Uhud hingga FIS Di Aljazair yang takkan terlupakan


Beginilah waktu telah mengajarkan kami dengan baik
Untuk tidak pernah percaya pada barisan kafir dan munafik
Diatas taruhan demokrasi dan belenggu konfrontasi casuistic
Ancaman demokrasi parasit dan monopoli politik

Dari saham Sabra Shatilla hingga Bosnia Herzegovina
Sejarah telah memaksa kami menyusun ulang agenda perjuangan manusia,
Dimulari dari gerakan ke Negara
Lalu berakhir pada kebangkitan peradaban yang mulia
Khilafah Islamiyah Islam pasti kembali berjaya

fase demi fase
titik kaderisasi regenerasi barikade
antisipasi dari invasi Bangsa Simpanse
kaum Qabbalah tereportase
Kualitas Tarbiyah adalah kualitas Pilihan

Ekosistem dari lokomotif ketakwaan
Lahir dari gejolak kebangkitan perlawanan
Menuju bab konsolidasi
maka komunikasi adalah tulang punggung resistensi

Di Bangun Dari Bahan Dasar Sebuah Gerakan Sebuah gerakan perubahan

Izinkanlah kami menata ulang taman Indonesia

Selamat datang di negeri pecundang
Negeri dari rekayasa parang para pembangkang
Dan hunusan pedang firaun yang berpetualang bersama neraka datasemen 88
Dalam hipokritas pancasila dan inteligen Negara

dalam kolosal para maniak terror dan raja provokator
Yang sugesti 6 milliar rekonstruksi istana bogor
Dan orator pers hanya mampu menjadi kompor komrador tirani agar tak terlihat kotor

Rasakanlah jejak revolusi yang mulai menghampiri
Pembakar Sandiwara ilusi demokrasi
Dari rotasi rumus hak pilih dan konspirasi
Untuk kita yang bernafas dalam sangkar para tirani

sejak fundamental berarti cacat mental
maka kita memang telah dipimpin oleh kebohongan massal
monopoli modal agentur internasional
yang rubah setial mal menjadi lembaga sensor aqidah nasional

radikalisme dan reaksioner
friksi rekayasa control moneter
pabrik baru para parasit sekuler
Undang undang anti teroris dalam seranta pejabat teler

menggalau dalam doktrinasi internal konflik picu sumbu riotik
undang – undang patetik dan lusinan casuistic
risau pisau parau agenda Mason mulai mengacau

rekayasa semit dan isu teroris rangkai pecahan amoeba kontra fasis
Materialis yang telah merubah dalai lama pada kedangkalan nihilis
perumus tinja humanis yang membantai lusinan syuhada dengan sangat demokratis
begitu praktis hujatan egosentris yang meramu najisnya para atheis

Hey engkau pewaris syair Baitul Maqdis
Yang bertahan diantara tekanan fitnah dan isu teroris
Terbelenggu Poros prejudis dari para fasis yang berteriak fasis..
bertahanlah dan Allah beserta kita !



Baca Selengkapnya....»»

Selamatkan Kami - Thufail al Ghifari

.
0 komentar

Ketika Kami di USIA DINI
Kalian pagari dengan tayangan kebebasan
Para perempuan yang tak punya kehormatan
Mengumbar aurat dan bangga
Bangga dengan maksiat
Bebas berbuat
laki-laki dan perempuan
Tak ada batasan saling merusak kesucian
Kalian sebut ini kemodernan


Propaganda menyesatkan kalian cekoki kami
Tentang ibu yang tak perlu taat suami
Tentang Ayah yang tak harus jadi wali
Tentang harus serupa perempuan laki-laki
Tentang semua agama yang sama tinggi
Padahal kami generasi penerus risalah Para Nabi

Kalian telah rusak karakter-karakter keislaman kami

Chorus :

Wahai Ayah Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami
Seluruh remaja negeri ini
Dari Gelombang Kehancuran
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka

Ketika Kami MENJELANG BALIGH
Kalian jauhkan kami dari al-Qur’an
Kitab Suci Mulia, sumber utama
pendidikan Wahyu Surga

Hingga kami tak kenal Keagungan Rabb Agung
Allah pencipta manusia, alam semesta
dan kehidupan dunia akhirat

Kalian tanamkan bahwa asal usul manusia
berawal dari protein
yang menjelma menjadi hewan melata
Kalian ajarkan materi tak dapat diciptakan
dan tak dapat dimusnahkan
Kalian katakan kehidupan adalah reaksi
sempurna unsur-unsur alam
Dimana tak ada Allah yang boleh berperan mengatur manusia yang Ia ciptakan

Lalu kalian kenalkan ide kebebasan
mengatur hidup kami Dengan UU dan hukum
yang telah kalian buat sendiri
lalu campakkan kami dari Syariat Agung Pencipta kami
Di atas jargon Kebebasan demokrasi basi

Chorus :

Wahai Ayah Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami
Seluruh remaja negeri ini
Dari Gelombang Kehancuran,
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka

Ketika Kami AQIL BALIGH
Kalian katakan kami masih anak-anak
Begitulah rekayasa Undang-undang Perlindungan Anak
Kalian bilang kami masih di bawah umur,
hanya karena usia kami baru dua belas tahun
padahal kalianlah yang belum dewasa
walau usia kalian sudah lebih dari delapan belas tahun

Kamipun dibiarkan hidup bebas tak terikat
Tak ada beban walau tinggalkan sholat
Tak masalah walau umbar aurat
Tak peduli hidup kami hanya untuk kesenangan sesaat

Kalian cekoki kami dengan paham liberal
hedonisme bebal
Kalian sediakan kontrasepsi
Agar seks bebas tak kami takuti
sambil larang kami menikah dini
Walau di usia yang Allah ijini
Kalian sarankan kami untuk berzina dengan kondomisasi

Chorus :

Wahai Ayah-Ibu
Wahai Guru-guru
Wahai Bapak-bapak Pemimpin kami
Selamatkan hidup kami Seluruh remaja negri ini
Dari Gelombang Kehancuran,
Dari Nista Dunia dan Siksa Neraka

Ketika noda mencederai kehormatan dan terjadi Kehamilan
Kalian menyebutnya Kehamilan tak Diinginkan
Kalian ajarkan membunuh janin-janin bukan suatu kesalahan
Dengan UU yang membolehkan Aborsi yang kalian legalkan
Dan UU Kesehatan Reproduksi Remaja produksi setan

Dan KINI
Jadilah kami para pezina
Jadilah kami pembunuh janin-janin yang meronta
Kami pun lari ke lingkar Narkoba
Terjangkit penyakit-penyakit berbahaya
Merusak akal, fisik, masa depan dan jiwa
Saat itulah kami menyaksikan dengan merana
Jaringan Iblis Liberal tertawa
Wahai anak cucu Adam, selamat menjadi bahan bakar Neraka !

Chorus :

Selamatkan Selamatkan kami
Selamatkan Selamatkan kami
Selamatkan Selamatkan kami

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Petunjuk Jalan - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Kita yang pernah terjatuh, terprosok jauh,
bahkan hancur dan tak lagi utuh
Letih yang merangsang rasio dan nalar
Pecahkan sadar diantara jewantah fitnah
Sedikit demi sedikit kalbu terselimuti pahit
Sekejap membutakan hati dan kian menyempit
Lalu mati sesudah sakit
Bertanya tentang batas tipis
tentang kenyataan yang mengiris
Saat saat dimana Kaab Bin Malik
sadari batas definisi nurani dan munafik
Lalu kembali belajar berdiri dan coba menampik


Jalan ini selapang dadamu
Jawaban itu bersemi dalam ikhlas jiwamu
Bukan kualitas lidah
Tapi ketulusan adalah inti permata nurani
Apakah kita memang mampu mengerti
Tentang 4 mata jiwa yang sesungguhnya kita miliki
Dua untuk dunia dua untuk akhirat
Untuk berpikir kembali dengan hati dan selalu belajar keluar dari pergulatan hakiki
Antara nurani dan bisikan manusiawi sebagai juara sejati

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Karena diperlukan suatu hentakan yakin
Yang akan melahirkan keberanian, keteguhan dan kesabaran
Bertolak dari jaminan yang tak pernah lapuk
Bagi mereka yang tak pernah lupa akan hakikat hidup yang hanya sekali
Yang tak pernah ragu memilih keabadian di sisi Ilahi Rabbi
Dan terus menggaungkan kebenaran yang di yakininya
Tak ada nyawa cadangan tak ada umur reserve
Karena pertarungan ini hanyalah tentang hidup dan mati

Patahkan Semua kecewamu
Semua kekalutan dan gelisah
Patahkan semua kesedihan
Semua kepedihan jiwa

Turunkanlah jenazah ke dalam liang lahat
Melepas kerabat diakhir nafas ketika kau terlambat memahat
Berbiduk di gelombang yang ganas
Bila hati belum juga nikmati rasa memanas
Takbirkanlah empat kali akan kematian hati dan nurani kita bersama
Untuk para pewaris Muhammad
Penerus janji janji Alloh yang pasti
Inilah cahaya terang dan jalan lurus yang selalu siap menghantar
Pada keselamatan dunia dan kebahagiaan akhirat

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Perhatikanlah
beribu ribu pengecut yang keluar rumah mereka dengan perasaan takut mati
yang membuat langkah menjadi berat
dalam gambar hari esok yang kian berwarna hitam pekat
dalam keruh nurani dan angan angan yang panjang
ketika kematian tidak membuat jalanmu gemetar
amal yang retak dan degradasi kebajikan yang kehilangan letak
terjebak dalam kerugian jiwa
dalam padamnya hati yang mulia
masalah tidak selesai bersama fenomena dan fatamorgana
tapi hakikat jiwa
selalu bersemi dalam rangkaian cinta dua pusaka
ia adalah gerak yang tak kenal henti
dan keteguhan yang tak kenal menyerah
ia adalah pengakuan bagi siapapun yang mentauhidkan Alloh
pikiran besar yang tercairkan disetiap lembar
yang membunuh keresahan hati yang kaku
dan tak pandai kau cairkan
atau biarkan senandung nasib terintikan bagi zaman sesudahmu
dan menjadi pupuk khasanah doa yang kau panen untuk hari esok generasimu

Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri
Berjalanlah
Percayalah kau tidak sendiri

Inilah kisah kita kawan
Kisah kau dan aku
Kisah kita semua
Bersabarlah
Karena tidak ada masalah diluar kemampuanmu

Karena sabar pada orang lain adalah kasih sayang
Sabar pada diri sendiri adalah harapan
Sabar pada orang yang kita cintai adalah ibadah
Sabar pada Alloh adalah takwa
Bersabarlah…

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Muhasabah - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Nafasku yang menghela dalam ketakutan
Jiwaku yang bergetir dalam kesunyian
Tentang kerinduanku padamu ya Allah
Di setiap langkahku
Di dalam jiwaku

Engkaulah yang maha memberikan rahmat
Engkaulah yang penuh dengan jutaan maaf
Maafkanlah disetiap amalku
Yang tak pernah sempurna
Yang penuh dengan noda


Ampunilah kami yang begitu sering dustakan nikmat-Mu
Tuntunlah kami selalu dalam jalan-Mu
Oh…
Yeah… Yeah… Yeah…

Ke surga-Mu ya Allah
Maafkanlah diri ini di setiap amal yang tak sempurna ini
Ke surga-Mu
Bawalah kami kembali berkumpul bersama dengan kekasih-Mu

Ampunilah kami yang begitu sering dustakan nikmat-Mu
Tuntunlah kami selalu dalam jalan-Mu
Oh…
Yeah… Yeah… Yeah…

Ke surga-Mu ya Allah
Maafkanlah diri ini di setiap amal yang tak sempurna ini
Ke surga-Mu
Bawalah kami kembali berkumpul bersama dengan kekasih-Mu

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Dari Atas Satu Tanah Tempat Kita Berpijak - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Intro:
Sahabatku inilah ringkasan perasaan gundah yang pernah kau titipkan padaku.
Secara langsung atau melalui surat dan email.
Maaf, Thufail hanya bisa menjawab melalui syair sederhana lagu ini
Sekedar meyakinkan, bahwa Alloh tidak akan pernah memberi cobaan di luar kemampuan hambaNya.

Yo ! Tetap semangat !


Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh …

Pada setapak kehidupan ketika kau bersedih
Senandung cerita lirih hati yang tak bertepi
Pada dimensi sajak hari yang terlalu dingin
Ketika kesepian menjawab renta malam tanpa angin
Semilir hidup dan sebuah kalimat mungkin
Pada harapan ketika jiwa harus tetap berdiri
Membelai hidup yang tak memerlukan terima kasih
Maka, maafkanlah …
Hadapi hidup ini apa adanya
Hidupi hidup dengan Iman dan kesabaran
Enyahkan kejenuhan hidupmu buanglah rasa cemas
BerSyukurlah seluas langit dan bumi
Tinggalkan kekosongan harimu dalam rencana esok pada kehidupan di hari yang lain
Tanyakan pada dirimu akan kesantunan yang selalu terabaikan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh …

Peliharalah, peliharalah senyummu agar tak menjadi palsu
Menikmati kesedihan dan menjadi tangguh
Menaklukkan pedih menjadi peluru
Bernafas seperti batu, menjadi singa dalam kejayaan matahari
Menjaga malam bersama tamaknya ibadah para rahib Rabbani
Mensyukuri semesta bersama para penjaga purnama
Menikahkan jiwa bersama Dakwah
Mencumbu cinta di dalam Jihad
Bekali perjalanan bersama Alloh dan RasulNya
Membalut hati tanpa retorika
Siapkah kau jika hari menjadi pedang dan kesempatan kedua tak lagi memilki sarang
Bertarung menjaga cinta dalam kesepian
Membunuh waktu dalam harapan
Karena lahir adalah untuk melihat kenyataan

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh …

Pada lautan airmata kita belajar
Pada kepedihan yang mendidik kita ‘tuk tak gentar
Bertahan menjadi akar, bersemi pada keteguhan yang mekar
Celakalah para humazah dan lumazah
Neraka serapah jelantah
Kebutuhan jiwa di alam barzakh
Menebar jejak misteri syafaat dan kesolehan
Pada saat setiap telusuri sahara jiwa dan keabadian
Di dekat jasad syahid Hamzah
Temukanlah Ibroh bukit Uhud dari profil mini musoiram
Begitulah sejarah menuntut kita ‘tuk bangkit kembali
Meniti tangga hari walau berulang terjatuh bangkit dan kembali terjatuh
Berdiri dan optimislah !
Karena kita adalah pewaris Rasulullah
Di ajarkan bersabar di antara lapisan batu penduduk Thoif

Dari atas satu tanah tempat kita berpijak
Teruslah bergerak, berhentilah mengeluh …

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Bergabung Bersama Kafilah - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Jiwamu adalah peluru Hatimu perisainya

Kalkulasikanlah kenyataanlah ini otobiografi skenario demokrasi
Rumusan koleksi sejarah laut Mati
Hingga pembantaian fakta di bingkai nuansa Pagi
Sebusuk ceramah pengkafiran kasus misteri Pesantren Az-Zaytun
Buahkan sandi perjuangan palsu
Persis dengan senyawa omong kosong janin Lemkari
Membabat prasangka ortodok Syiria
Yang membuat Plato mendominasi Al-Quran di Konsili Nicea
Cerminan argumentasi mutakhir pembodohan reinkarnasi Saulus


Lupakanlah ruh para Mujahid ?
Ketika Yaser Arafat adalah syahid dan syekh Ahmad Yasin menjadi teroris
Mungkin itu yang membuat butiran peluru di tubuh Hasan Al banna terlupakan
Dan Gamal Abdul Naser berhak menjadi sejarah sandirwara smack down

Maka kami takkan berakhir meski telah hitam warna angin dan air
Walau tubuh terkoyak bersama seribu mortir
Walau terlemparkan ‘tuk kesekian kali lagi
Belasan luka memar darah mengalir dari hidung kepala serdadu kuffar
Mata hati membuta
Gelora perjalanan menunggu waktu hempaskan Neraka
Lalu kembali pada tangan mungil para pemberani
Untuk sekali lagi dilentingkan ketapel kayu
Karena kami adalah peluru yang lahir dari tonggak bumi
Hidup untuk menjadi saksi, melintas sejarah para pemegang risalah
Hingga tiba satu episode lain, saat tanah ini makin merana
Karena kami adalah doa dari batu pembakar mimpi
Setia memegang Kabbah sabar mengiringi mentari senja
Menemani kepalan tangan para jundi kecil yang melintasi teriknya matahari
Dari tanah yang diberkati, penjaga Tauhid pada nilai keagungan tertinggi
Untuk keyakinan kami yang meluluhlantahkan semua peradaban dunia

Penyiram taman-taman keluhuran Penghias Surga-Surga kepahlawanan

Tanyakanlah tentang kami
Pada rumah-rumah negeri Syam dan taman-tamannya
Pada negeri Irak dan pedesaanya, Andalusia dan gedung-gedungnya
Keemasan negeri Mesir dan lembah-lembahnya
Pada jazirah Arabia dan padang Saharanya
Tanyakan tentang kami pada dunia dan penghuninya
Pada padang-padang Afrika hingga tanah-tanah subur negeri Ajam
Padepokan-padepokan negeri Persia hingga lereng-lereng Kaukasus
Pada kegersangan Kongo dan sepanjang sungai Loire
Hingga lembah-lembah sungai Danube

Pada setiap jengkal tanah di bumi ini, di setiap pemukiman di kolong langit ini
Pada mereka semua terekam berita tentang kepahlawanan kami
Pengorbanan dan jasa-jasa kami, kebanggaan dan peninggalan-peninggalan kami
Ilmu pengetahuan dan keindahan seni kami

Pernahkah kalian...
Pernahkah kalian kenal dunia yang mulia dan lebih terhormat
Yang lembut dan lebih berkasih sayang, yang lebih agung dan lebih dahsyat
Lebih unggul dan lebih cerdas daripada kami
Di saat bumi tersesat dalam gelapnya Abu Lahab, kami tegakkan timbangan keadilan

Di antara angkuhnya tongkat-tongkat Abu Jahal, kami bangun gedung ilmu pengetahuan
Di saat orang mencampakkan ilmu dari rumah mereka, kami deklarasikan persamaan
Di saat manusia menyembah para raja dan Tuhankan kebohongan
Kami hidupkan hati manusia dengan iman
Kami hidupkan akal manusia dengan pengetahuan
Kami hidupkan umat manusia dengan kebebasan dan peradaban

Kami bangun kota Kuffah, Basrah, Kairo dan Baghdad
Kami bangun peradaban Syam, Iraq, Mesir dan Andalusia
Kami dirikan Baitul Hikmah, Madrasah Nizhamiyah
Universitas Cordova hingga Universitas Al-Azhar
Kami bangun dan makmurkan Masjid Al-Umawi
Kubah Al-Sahra, Sirraman ra’a, Al-Zahra, Al-Hambra, Sultan Ahmad dan Taj Mahal

Maka, terhiburlah setiap insan yag mengunjunginya
Kami telah mengajar pada penduduk bumi tentang arti hidup yang sebenarnya
Kamilah guru mereka, kami orang Islam … dan kami bukan TERORIS !

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Surat untuk Ibu - Thufail al Ghifari

.
0 komentar

Sudahkah kau mau mengerti, [???], tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…


Dimana aku bersandung tentang dukamu.
Inilah laguku untukmu ibu.
Sekedar pengharapanku agar kau tahu.
Setulus kewajibanku sebagai seorang anak.
Membingkai kenangan kita.
Butiran2 kenangan perjalanan waktu.
Waktu yang selalu kuingat dalam sentuhan wejanganmu


Diujung pintu rumah ku berlalu.
Menahan pilu tentang kehilangan dirimu.
Tapi jalan hidup adalah nuansa.
Nuansa yang ingin kujawab dengan kebenaran yang sempurna.

Ber-antah logika yang harus kuterima,
logika dari fakta konsekuensi ujung hati yang ingin bicara,
tentang fakta, tentang realita yang kutemukan bersama cinta empunya surga.
Basah kasih sayang dari keharuman Madinah, disetiap pertarungan sisi hati yang ingin menyapa hidayah.
Hidayah dari sebuah permata.
Yang membakar batas peradaban dunia.

Sudahkah kau mau mengerti, [???], tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…


Salahkah aku bertanya tentang Trinitas,
atau tentang Tuhan yang kecewa terhadap pohon Ara,
atau legenda sang rasul pembohong di antiokia.

Lalu siapakah Lord dan pornografi incest dalam cerita Kejadian.
Dan nabi seperti apakah yang telanjang di depan budak perempuan para hambanya.
Seperti Apsalon yang menzinai gundik ayahnya, di depan mata seluruh Israel.
Skematis rasis di pintu Samaria.
Dan perempuan Kana’an yang teraskan anjing pramuria.

Beri celah antara kerancuan dan kitab tercabul melebur zina.
Bagi Tuhan yang bahkan masih bisa tertidur dan menangis ketakutan.
Bacakanlah doktrin itu Ibu, dogma tritunggal yang membohongi fakta.
Hingga misteri laki-laki yang bersinar dari pegunungan Paran.
Generasi cahaya robbani dari revolusi suku Edar.
Dan mimpi Yesaya atas kedatangan pasukan onta.
Maka aku bersaksi Ibu, diatas ketulusan hati ini,
bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan nabi Muhammad itu utusan Allah.


Sudahkah kau mau mengerti, [???], tentang Allah dan KebenaranNya sentuhi ruang.
Kutak pernah bermaksud menyakitimu.
Tapi ini lah jalan hidupku yang kupilih tanpa paksaan.
Nurani yang memanggil jiwaku…

Download Mp3 Now!!


Baca Selengkapnya....»»

Sejarah Darah & Sampah - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Hey Indonesia … bersatu dan tetap terjaga
Jihad bingkai negerikku
Tapaki sejarah panjang dan harapan generasi kami
Generasi yang Selalu Menitipkan Harapan
Harapan Dari Rahmat Cinta Sepanjang Masa
Bagi Tanah Air Ini … Indonesia


Aku Kenang Engkau Bersama Para Mujahid Sudirman Hingga Orasi Lantang Diponegoro
Ku Ingat Selalu Disetiap Cerita Semangat Cut Nyak Djien Hingga Pattimura
Membasuh Begitu Tulus Air Mata Dan Keringat Kartini
Kau Membentang Begitu Besar Jauh Dan Hijau Membasuh Legenda Perang Dan Senapan
Bambu-Bambu Runcing Merubah Air Mata Dan Darah Menjadi Semangat Merdeka Ternyaring
Gaung Ayam Jantan Dari Timur Membelah Darah Dalam Harapan Termakmur
Saat Para Pahlawan Tersungkur Tinggalkan Mimpi Tentang Negeri Yang Makmur
Ihwal Nyata Fenomena Melantur Lintah Darat Demokrasi Menjamur
Begitu Manis Soekarno Hatta Bertutur Melindungi Benturkan Demokrasi Dalam Gamelan Karikatur
Pengekangan Euforia Sandiwara Negeri Praktisi Elit Menikam Bungkam Sejarah
Harapan Yang Sempit Hitam
Diujung Sejarah Dan Harapan Telah Menggumpal Bagai Hakikat Kegelapan
Tersirat Darah Pedang Dan Air Mata
Keringat Berubah Menjadi Sampah
Menggeluti Warna-Warna Hati Yang Berduka
Masih Adakah Lagi Kesetiaan Seperti Dicerita Ramayana
Seperkasa Para Pejuang Diantara Legenda Gatot Kaca
Atau Bengis Otak Kita Lebih Dangkal Dari Sangkuriang
“Tanpa Jiwa Raga Hanyalah Kapas Hancurkan Neraka Hempas”
Ketika Ajal Menjemput Kita Tuk Bergegas
Diatas Air Mata Petuah Dan Wejangan-Wejangan Terhina

Sejarah Darah Dan Sampah
Indonesia … Indonesia …

Mari Kita Kembali Ke 12 September 1984
Bungkam Darah Priok Busuk Membisu Diselangkangan Hukum Keparat
Parodi Stimulator Air Liur Babi LB Moerdani Dan Tri Sutrisno
Tak Semanis Sampah Janji Ketumpulan Komnas Ham
Dan Arwah Baharudin Lopa Dihadapan Mungkar Dan Nakir
Salatlaka Pasti Izroil Kan Datang Menjemput Nyawamu
Detak Jantung Bergerak Cepat Diatas Irisan Merah Paku
Tak Sempat Memilih Konsfirasi Yang Kau Pilih Diatas Nyawa Amir Biki !!!
Dendam Fitnah Menyudutkan Riziq!!!
Memvonis Jaffar Umar Thalib
Pada Intuisi Kemanusiaan Sepihak
Seperti Para Ustadz Yang Terculik !!!
Langkah Picik Kelinci Argumentasi Bukit Jerami Theo Safe’i
Siapa Yang Melempar Bensin Disargumen Pendeta Versus Ulama Di Tong Sampah
Satu Meja Diatas Sampah Demokrasi Dan Kertas Sejarah
Memicu Masalah Kecil Dan Krusial Untuk Sebuah Perang Agama
Indonesia Disatu Dasar Korelasi Reformasi Terparah
Kelas Membual Senja Terpanjang Membangun Hitam Hangus Busuk Dan Terbuang
Kenanglah Batas Perlawanan Darah Para Mujahidin Nusantara
Hingga Arif Rahman Hakim Dan Semanggi Sembilan Puluh Delapan
Cerminan Yang Takkan Terlupakan
Dan Abu Bakar Ba’asyir Yang Terbingkai Fitnah Sebagai Kambing Hitam
Negeri Yang Selalu Kucintai Ini Memfitnah Warna Sejarah Anak Cucu Kita

Sejarah Darah Dan Sampah
Indonesia … Indonesia …

Dari Timur Hingga Ke Barat Hijaulah Indonesiakku
Disetiap Kota Tak Semakmur Rasa Nasionalis Ala Sidomuncul
Disini Hati Kami Terpukul Setiap Beban Yang Terpikul Kebencianpun Terkumpul
Bongkar Nurani Untuk Lebih Mengerti Sekedar Refleksi Ala Republika
Atau Buku-Buku Dominan Disetiap Rak Perpustakaan Negara
Biarlah Waktu Menjadi Guru Hingga Hidayahmu Membaca
Disudut Sakral Penghianatan Nusantara
Memfitnah Agama Diatas Ambisi Tahta
Etika Penghianat Jelata
Monopoli Militer Untuk Ambisi Darah Dan Negara
Merobek Dibalik Neraca Pembenaran
Membuat Respon Penghuni Istana
Persis Dengan Demonstrasi Mahasiswa Dan Transaksi Narkotika
Kesenjangan Yang Harus Kami Telan
Mengunyah Dalam Kengerian Terdalam
Memastikan Setiap Prasasti Para Adipati Tak Bernurani
Bingkai Peninggalan Kambus Dan Mataram
Lebih Kejam Untuk Biadab Mereka Yang Melihat Tapi Diam
Ambon,Poso,Aceh Dan Nostalgia Timur Leste
Indonesia Disini Mimpimu Mengalir Dalam Darah
Menjadi Koleksi Sejarah
Koran Paper Dan Pembantaian Moneter
Situbondo Ketapang Hingga Papua
Batas Langkah Para Penghianat Piagam Madinah
Merekam Batas Wacana Politik
Yang Mencuci Darah Rakyatmu Sendiri

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Perjalanan ke Syam - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Ya Rabb
Terima Kasih atas semua kebaikanMu
yang telah memberikanku semua kenikmatan Islam ini..
Engkaulah sumber kekuatanku…
Walau begitu sering sunyi dan letih menghampiri..
Namun hening kisah abadi utusanMu selalu menghibur redup semangatku
Untuk tetap bertumbuh dalam ragam warna hari dan pendapat
Dan aku begitu merindu atas surgaMu
Walau begitu sering jiwaku merasa tak layak di sana…
Namun dibalik semua keterbatasanku..
Aku titipkan doa agar Kau mau untuk memaafkanku
Ada begitu banyak khilafku
Ada begitu banyak salahku…
namun adakah alasan lain dariku meneteskan air mata ini selain takut padaMu..


Takut pada AmarahMu, takut jika Kau tidak mengenalku kelak di akhirat nanti…

Ya Rabb
Aku belum bisa meneladani Nabi Muhammad 100%
Begitu sulit rasanya walau aku akan terus mencoba
Iman ini sering naik turun ya Rabb..
namun aku mohon jangan kau gelapkan hatiku dari hidayahMu
tak ada harta kekayaanku selain memiliki Islam dalam hidupku
tak ada kekayaan terbaikku selain menjadikan Engkau diatas segala galanya
tak ada warisan terbaik dalam hidupku selain mengakui Nabi Muhammad adalah utusanMu

Ya Rabb…
Angin kehidupan terus bertiup
Waktu selalu setia menemaninya berjalan
Menghias kekompakan siang dan malam
Dan Matahari yang tak lelah iringin putaran bulan di planet ini
Dan aku masih belum bisa memberikan apa – apa…
Hanya ingin tetap berusaha ikhlas
Dan coba tuk selalu tegar melawan setiap badai…

Chorus :

Ya Rabb…
Keringat – keringat yang basuh daki tubuh disetiap saksi saksi ikhtiar..
Dan ku yakin jika aku masih bertahan
itu pasti karena Kau selalu ada dalam setiap langkahku..
Sungguh..
hanya padaMulah aku sandarkan harapan
Hanya padaMu aku titipkan ikhtiar
agar gentar berubah menjadi radar keoptimisan
Menerawang esok dalam kepastian rahmat dan keberkahan

Aku berdoa dalam setiap keterbatasan
Menjaga yakinku melawan syahwatku yang sering menipu
Jagalah aqidahku dari ribuan thagut yang menyeranta dalam benak belukar
Anta beranta logika dan analisa yang tak jarang rumuskan kebutaan dunia

Keasingan ini berat ya Rabb
Maka aku mohon tegarkanlah jiwa yang lemah ini
BIsmillahi tawakaltu Alallah La haula wa la quwwata illa billah

Maka Kuatkanlah
Kuatkanlah hati yang rapuh ini
Teguhkan kepalan yang menyimpan cita cita Jihad menuju mahligai keridhoanMu
Mardhotillah…ya Rabb
Mardhotillah…ya Rabb

Karena janjiMu pasti dan ku sangat yakin itu
Maka jagalah langkahku dari segala WAHN yang menyesatkan
Tabahkan komitmen ini di antara semua fitnah dan duka

Ya Rabb
padaMu aku mencari jawaban disetiap dilemma dan kegundahan
Engkaulah tempat terbaik aku mencurahkan gelisah nafasku

Perjalanan ini terasa hampa tanpa kehadiranMu..ya Rabb
Aku yang hina ini berharap keridhoan menuju SurgaMu yang abadi…
Tak lelah ku memohon ampun padaMu
Agar setiap luka terbasuh syahdu nada cintaMu
Membuka ruas hati yang hitam dalam cahaya hidayahMu
Menembus ruang ruang kehidupan terindah
Aku yang ingin terjaga di jalanMu
Aku yang ingin selalu istiqomah melepas diri dari semua thagut mencari ridhoMu
Karena aku takkan pernah berharga kalau bukan karena cahaya keimanan dariMu
Maka aku berserah diri menjual semuanya padaMu
Belilah hamba dan lunasilah dengan keridhoanMu
Karena tak ada cita cita terbaik selain ingin bertemu dengan Engkau dan RasulMu
Dalam keindahan kehidupan yang abadi
Aku memohon ampunanMu, Aku mengemis cintaMu, Aku yang berusaha istiqomah dalam hijrah kepadaMu…Ampunilah hamba ya Rabb…


Baca Selengkapnya....»»

Konspirasi Magdalena - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Jika Yesus adalah Allah
Rekayasa rumus senjata
Konspirasi rintih Magdalena
Omong kosong konsili Nicea

Diantara sejarah gelap bapak anak putra dan roh kudus
Ku utus rangkaian sejarah hitam yang pernah terputus
Di hunus dari rumus konsili dan konspirasi Athanasius
Senyawa garis sejarah darah Arianus Ortodoks atau heterodoks
Bergumam dalam sengketa dogma Patriarki kulit paradoks
Keselamatan politis rekonstruksi iman salibis


Retorika para uskup dan logika Cannabis
Iblis dialektika yang melacurkan Allah kepada putra
Kepada roh dan argumentasi berdarah
Di setiap butir perdebatan kosmik fatwa munafik
Liberalisasi teolog jalanan dan dominasi heretik
Premis konflik tanda tanya subordinat dan pesanan politik
Seperti biasa poros dusta berdarah alirkan sandiwara konsili Nicea
Penerjemah Surga dari sisa debu Apollonia
Keselamatan seperti apa yang ingin di manipulasi sejarah
Ketika terror sporadis hantam lawakan esoteris
Di bentuk dari fenomena krisis politik romawi paganis
Dari instabilitas kultur dewa Zeus yang mulai mampus dalam kebingungan kaisar Diolektianus
Begitulah para Athanasius berbagi pedang bersama Arianus
Pada panggung degradasi identitas romawi
dan fenomena kenaikan jabatan Yesus ke atas tahta Illahi
Percayalah .. Bahwa Yesus hanyalah seorang Nabi

Jika Yesus adalah Allah
Rekayasa rumus senjata
Konspirasi rintih Magdalena
Omong kosong konsili Nicea

Di setiap rana sengketa pendapat gereja timur dan barat
Ketika dominasi logika coba meralat
Kontradiksi isolasionis para penyekat
Pendusta pekat keluguan umat
Sayap origenis dan gagasan subordinasius menolak sensus
Pada skala traitores melitius
Persentasi filsuf porphyry yang mulai rakus merangkul subjektifitas konstantinus
Lelucon renitensi ekaristi dan bisunya ramalan Apollo
Eskalasi doctrinal dari dogma berdarah Athanasius
Kekerasan jalanan dari eksklusifitas inovasi teologia
Penjara ortodok dari anak emas Aleksandria
Dalam kontroversi sederhana tiga dalam satu dalam tiga dalam Satu
Pecahan kubu dari perdebatan utuh penjaga ilmu yang tak lagi menyatu
Hypostasis anatema dan srimulat konsili Nicea
Dalan pesanan kepentingan yang retakkan nalar Aqidah
Menjadi periode logika kaotik kaum munafik
Menggelitik konflik sinoptik kepalsuan koptik
Dalam sinonim lobi kejumudan sabellian dan eusebianik
Focus teologis itu kini telah berubah menjadi fasis perdebatan kristologis
Historys pengguna doping yudais dalam titik konspirasi ekumeris
Penyakit kronis simulasi trinitas dan makanan agenda politis
Bersama dosa tubuh dan juga hasrat pikiran
Dari huru hara jabatan Yesus dalam era pembangkangan pendeportasian
Rumusan logika dan aljabar teologia
Yang sejati tertungganggi kekhawatiran Romawi atas kekuatan Persia
Infiltrasi resapan pagan yang berkeliaran dalam kutukan Pylatus
Dan manipulasi pembebasan Barnabas
Ketika telaga mulai buas berdarah
Bersama nadi sejarah yang telah buta

Jika Yesus adalah Allah
Rekayasa rumus senjata
Konspirasi rintih Magdalena
Omong kosong konsili Nicea

Di balik monopoli kekuatan mistis Yunani
Bermain api paganis dalam birahi ultraradikal
Dalam bencana kontroversi kontra tritunggal
Membual dalam taklid bebal tebal terkepal
Inilah jurus elamat yang di lantik bersama darah sejarah
Bahasa kasih yang mitosnya tercipta dari seranta kepentingan golgota
Koridor tendesius dan bahasa pedang yang kotor
Kebenaran dari extrimis inkarnasi dogma yang menjebak Yesus
Dalam tradisi tanpa kamus kepalsuan desember dari bukit Olympus
Dan ketololan para penyembah dewa Zeus
Kultus Yesus yang kini melekat bersama intervensi logika zarahtustra
Ah.. parah… ketika kasih berarti kalung–kalung palang dan selebritis telanjang
Gravitasi theosis phobia rasis dan perjanjian palsu
Penalaran dejavu keraguan kosmos tak berilmu
Dari cengkeraman para pendekar Talmud dan resep protocol Zion
Adakah Tuhan bersandiwara dalam logika rumus matematika
Dari sintesa mesianistis evolusi apokaliptik dan eskatologis
Spekulan teokraris dari liturgy dominasi lobi pembenaran Yahudi
Dalam kepentingan tak bertuan
Ketika kebenaran bersandiwara atas teror kekuasaan
Mestinya semua sudah terjawab dalam penyesalan sepanjang masa
Bahasa hati sang budak ketamakan Iskariot
Penghianat yang tak kuasa ratapi kematian hakiki dirinya
Eli eli lama sabathani ..

Jika Yesus adalah Allah
Rekayasa rumus senjata
Konspirasi rintih Magdalena
Omong kosong konsili Nicea …

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Di Sekitar Kita - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Dapatkah kau renungkan
Rapuh teratai yang tak sanggup lagi mengapung
Mendistorsi setiap kebajikan
Bunda yang bertanya diujung hati dan harapan
Aku dengar semua penjelasanmu
Aku dengar semua penjelasanmu

Airmata ini
Tergores sejenak detak jantung disetiap mimpi
Dari kau yang tak lagi dapat menahan diri
Butakan rasa tanpa kendali tuk sadar


Kenyataan ini hanyalah sebuah permainan
Kenyataan ini hanyalah misteri keimanan
[FABIAYYI ALAAIRABBIKUMAA TUKADZIBAN
SUBHAANALLAH]

Lihatkan kau bocah yang menutup harapanya
Anak-anak yang kehilangan orang tuanya
Setaip orang yang tercuri hak hidupnya
Lapar dahaga yang hiasi pangkat senjata dunia

Seperti apa dunia yang kita harapkan
Ketika mata ini selalu wariskan luka
Ketika hati ini lebih memilih diam
Walau di depan kau lihat saudaramu terluka

Pandanglah disekitar kita
Berapa banyak nikmat Allah yang telah kau dustakan
[till end]

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Cermin Masa Lalu - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Assalamu’alaykum warahmatullahi wabarakatuh …

Terjaga dari nikmat hijrah
Rahmat hidayah kebesaran sang penguasa cipta
Rasio dari kualitas logika yang harumkan madinah dengan senyum putra bani Hasyim untuk sempurna
Membakar batas stagnasi jahiliah
Terjagalah hidayah kami ya Allah
Seperti ketika sinarMu memuliakan kebesaran arabia
Terantuk ku rapuh berkeludru kalbu jiwa tertunduk lesu
Dalam setiap peluh ku mengadu
Tentang betapa lemahnya diriku duhai Engkau sang penguasa Firdaus


Neraca dari keseimbangan cakrawala
Nikmat hijrah meraba air revolusi angkasa
Mengalir sempurna dari cerita tirai sejarah anbiya
Jalan yang begitu panjang iringi setiap kenangan para pejuang
Menemani langkah yang lekang ketika mataku berhenti ke belakang
Dunia dari quraisy manipulasi abu jahal membakar dari misteri sang malam dan siang
Menyulut suhu perapian neraka meronta dari kultus perapian dunia
Luruskan niatku ya Allah
Dengan restumulah kami kan tetap terjaga
Referensi nilai-nilai ibadah
Implementasi dari keheningan Syurga
Jika bukan karena engkau ya Allah
Jika bukan karena engkau ya Allah
Aku pasti kian jauh terjatuh …
Subhanallah wabihamdih …

ku ungkapkan semua perasaanku hanya padaMu …
ku ungkapkan semua kesetiaanku hanya untukMu …
Terima kasihku ya Allah, hanya padaMu …

Di setiap hari tersimpan pahala
Satu hingga sepuluh halaman tilawah
Seminimal sekali seminggu qiyamul lail
Mendirikan shalat, membayar zakat, terjaga dan berpuasa
Berhaji jika kau mampu, memuliakan setiap amal di setiap waktu
Berdzikir di tiap langkah, mengingat Allah dan setiap kebesaran rahmatNya
Muhasabah adalah filter hati, semoga kita selalu terjaga dari kelalaian hari
Akhlak adalah harga diri, Ibadah adalah harta, merekontsruksi kotornya hati dan raga
Semoga kita bukan bagian dari para ahli neraka
Karena aku tahu rizki ku takkan mungkin di ambil orang lain, karenanya hatiku tenang
Karena aku tahu amalku takkan mungkin dilakukan orang lain, maka aku sibukkan diriku beramal Karena Allah maha mengetahui dan melihat, maka aku malu bila Allah mendapatiku bermaksiat Karena aku sadar kematian selalu menantiku, maka persiapkanlah bekal sebelum kita berjumpa dengan sang khalik
Karakteristik dari Muslim sejati, melangkah seperti kemuliaan para Syuhada
Percayalah selalu sahabat, Allah selalu ada beserta kita

ku ungkapkan semua perasaanku hanya padaMu …
ku ungkapkan semua kesetiaanku hanya untukMu …

Menebar cahaya indahnya Dirimu …
Menebus harga kerapuhan masa laluku …
Air mata setiap angka merah hidupku …
Tuk restuMu agar ku tetap terjaga …

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Azzam Jihad - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Teguhkan azzam peluru tauhid deklarasi aqidah sejati pecinta syahid
Qalbu adalah raja bagi setiap sisi manusia
Penjawab di akhir halaman depan pintu siksa
Mata telinga dan jiwa
Ratakan rasa ketika setiap hal pasti kan ditanya
Di sana di alam Barzah
Pertanggungjawaban di depan penguasa Jannah
Pujian dan doa teragung
Syair sejarah parang di setiap relung, merenunglah .. merenunglah


Tataplah dua pusaka dan siroh emas Jundulloh
Yang titipkan surat di atas dua warna
Hitam pena para ulama dan merah darah para syuhada
Yang kau miriskan terkelabui hati yang buta
Hati yang slalu salah mengartikan cinta
Cinta yang lahir di antara dua rasa sketsa akhirat atau ketololan dunia
Bijakkah ketika kata meraba tutur ? harta terindah dibalik tafakur
Keikhlasan jundi yang tak mudah tersungkur bersama buah zikir yang teratur
Bercerminlah agar kau terjaga dari futur
Bercerminlah agar kau tidak menjadi bagian para ahli kufur

Bulatkan tekad bersama ilmu, Perjuangkan Islam tegakkan Tauhid

Mushaf dan pedang antara cinta dan ketegasan
Rahmat semesta dari harta Surga yang tak terkira
Yang membuat seuntai ketapel menjadi lebih bermakna
Warna-warna batu dan air mata
Ketika jihad menjadi bingkai sejarah terindah
Bagi para pewaris ummat pilihan Allah Swt
Sang dzat Maha pemutar balik Hati dan Hidayah
Hey pujangga fajar penyair pagi yang gigih
Petapa hari penakluk matahari
Kesetiaan di ujung senja yang awali malam dengan tiga rokaat
Dan tekuni malam dengan muhasabah yang ketat
Pekat jiwa yang tersesat terjawab bersama 5 waktu dalam manfaat
Maka berdirilah dalam hidangan puncak Al-Anfal
Yang menghibur rasa atas harga diri An-nisa
Cinta yang dimulai dengan La illa ha ilallah
Maka bertekunlah dalam ilmu pengkaji waktu dalam syariat yang utuh
satu menyeluruh
Hingga semangat ini dapat meratakan leher-leher sang pemfitnah
Satu hari yang lebih baik dari 70 tahun ibadah

Bulatkan tekad bersama ilmu, Perjuangkan Islam tegakkan Tauhid

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Darah diatas Pedang - Thufail Al Ghifari

.
1 komentar

Seperti Kebenaran
Yang Kau Fitnah
Topeng Lisan Faktamorgana
Dari Cerita Dan Hasrat Darah
Di Atas Pedang Tirani

Hidup Kami Yang Kau Rampas
Nafas Kami Yang Kau Curi
Terjajah Dalam Kemasan Baru
Jual Beli Demokrasi
Di Atas Pedang Tirani


Alasan Apa Lagi?
Yang'kan Kau Berikan
Alasan Apa Lagi?..Apa Lagi?

Topeng Hitam
Sandiwara Neraka
Delegasi Lelucon Tirani

Alasan Apa Lagi?
Yang'kan Kau Berikan
Alasan Apa Lagi?..Apa Lagi?

Apa Lagi?

song info :
Aransemen : Udenk, Arif & The Roots Of Madinah
Lyric & Syair : Thufail Al Ghifari
Recording Live at : Palapa Studio Wisma Asri Bekasi
Operator : Bayou
Mixing : Bayou & Thufail Al Ghifari
Backing Vokal : GunXRose

Baca Selengkapnya....»»

Surat Dari Garis Depan Perlawanan - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Waktu tidak akan tunduk kecuali pada ia yang menantangnya

Telah sirna haus dahaga
Telah basah kerongkongan
Telah ditetapkan pahala sejati untuk mereka yang selalu terjaga
Di Jalan para pujangga peradaban nan mulia
Jalan para ksatria yang jabarkan ketegaran dengan semangat yang tak pernah lelah
Penerus warisan sejarah Robbani
Penjaga mutiara dari cinderamata para pahlawan
Pahlawan yang bertahan ketika nafsu terus berontak dan Setan terus menggoda
Bersama dunia yang terus berhias dalam belantara hawa
Yang sering juga membungkam sudut fitrah umat manusia


Kisah ini tentang kita kawan
Kita yang tegar dalam ujian peradaban
Kita yang selalu belajar bersama waktu yang terus berjalan
Kita yang merangkai kisah perjuangan kejayaan Islam yang tak boleh tenggelam
Hingga fajar keabadian menjelang
Maka jangan biarkan dirimu dibungkam
Menuju jalan–jalan kelam yang akan tumpulkan Azzam-mu

Dengarkanlah saudaraku
Suara–suara nurani yang tak dapat kau dustakan
Suara–suara yang bisikkan kerinduan para Mujahid
Irama peluru–peluru dari syahdunya panggilan Syahid
Menebar sayap perubahan dari warisan ketenangan jiwa
Yang sebenarnya

Dengarkanlah Saudaraku
Islam memanggil jiwamu
Islam memanggil jiwamu tuk kembali
Kembali pada bingkai garis kemuliaan para Syuhada
Kembali pada generasi Qur’ani yang istimewa
Yang wataknya tak dapat dipisahkan dari Al Qur’anul Karim
Yang cerminnya bertumbuh bersama originalitas kekasih Alloh teralim (Muhammad SAW)

Ya Alloh teguhkanlah hambaMu
Ya Alloh lindungilah hambaMu
Inilah jalanku

Perhatikanlah ummat ini
Berevolusi bersama para Murjiah dan topeng fiqud da’wah
Di ukir dari ijtihad para mutadzilah
Di leher para khawarij harokah
Ketika voting telah sugesti intisari islam
Diantara ta’limat dan arogansi shiffin para qiyadah
Tafsir dari garis tipis antara taklid dan “sami’na wa ‘atona”
(kami dengar dan kami taat)

Dan hari ini ada ratusan opportunis berlabel Ustadz
Setelah itu saling menganggap sesat
Lalu rumuskan bendera harokah diantara sekat pekat
Kesepakatan yang tak kunjung melekat
Lalu begitu mudah lupakan makna persaudaraan dari ultimatum dua kalimat Syahadat
Berapa banyak hal yang bisa kita sepakati?
Berapa banyak jidal dan penyakit hati?
Para maniak eksistensi yang berjibaku dalam bualan
Kader inti atau kader sempalan
Pengkhianat asholah perjuangan

Maka teguhkanlah
Energi persaudaraan Islam harus kembali dikokohkan
Rangkailah nafasmu dengan debu keIstiqomahan
Yang bahan bakarnya kau dapati di setiap makanan Yaumiyah
Imunisasi As Sunnah penjaga isyarat Syariat Sang Khalik yang takkan punah

Generasi jembatan harokah
Mikroba Jihad penerus butiran dakwah
Para pemilik hak waris Salsabilah
Penyelaras energi Ukhuwah
Yang dikokohkan dari tancapan Ma’rifatulloh dan syair Al Musthofa
Yang menembus sejarah peradaban yang dipenuhi kemuliaan Syurga

Hey jiwa–jiwa yang lelah
Budak dari dahaga hatimu yang kering kerontang terbodohi dunia
Bergeraklah dengan ketenangan hati
Seperti lebah yang tegas dan kokoh dalam jamaah yang Islami
Yang tanggung jawabnya menyeruak keseluruh lapisan umatnya
Yang mampu belajar dan mengajar
Butir–butir kaderisasi yang hanya memakan yang baik dan mengeluarkan yang baik

Ya Alloh teguhkanlah hambaMu
Ya Alloh lindungilah hambaMu
Inilah jalanku

Saudaraku lihatlah bencana demi bencana datang silih berganti
Poraklah lagi negeri ini
Hilang sudah selera orang-orang untuk mengharap kembali
Sementara jiwa-jiwa nelangsa itu sudah sedari lama menanti
Berbaris memanggil manggil

Keluarlah–keluarlah saudaraku
Dari kenyamanan mihrabmu Dari kekhusyuan I’tikafmu
Dari keakraban sahabat–sahabatmu
Keluarlah-keluarlah saudaraku
Dari keheningan Masjid mu
Bawalah roh–roh sajadahmu ke jalan–jalan
Ke pasar–pasar ke majelis dewan yang terhormat
Ke kantor–kantor pemerintahan dan pusat–pusat pengambilan keputusan
Keluarlah–keluarlah saudaraku
Dari nikmat kesendirianmu
Satukanlah hati–hati yang berserakan ini
Kumpulkan kembali tenaga–tenaga yang tersisa
Pimpinlah dengan cahayamu kafilah nurani yang terlatih
Di tengah badai gurun kehidupan

Keluarlah–keluarlah saudaraku
Berdirilah tegap diujung jalan itu
Sebentar lagi sejarah akan lewat
Mencari aktor baru untuk drama kejayaan ini
Kebenaran hakiki untuk sebuah kehidupan yang abadi…
Usah kau bersedih
Jangan kau lelah dan putus asa
Kita bergerak karena Alloh dan RosulNya
Kita berjuang juga karena Alloh dan RosulNya

Onak duri dan lubang–lubang menghampar
Jangan biarkan kisahmu terdampar
Jangan biarkan langkahmu menjadi gentar
Tidakkah kau lihat buih–buih di atas lautan
Atau bintang–bintang dilangit yang tak terbilang
Namun tidak ada yang mampu menyingkap kegelapan
Selain matahari dan rembulan
Begitulah mutiara selalu menjadi mutiara
Walau berada di antara hipokritas yang coba bungkam nurani
Di saksikan sunyi disemangatkan kesedihan
Lalu di hibur dalam janji Sang pemilik waktu dan bumi

Ingatlah ! takkan bersatu debu dari Jihad Fii Sabilillah dengan Asap Neraka Jahannam.

Allohu Akbar wa lillah ilham

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Sehelai Tirai Demokrasi - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Bercerita tentang kemiskinan dan setiap proporsi tentang keterbelakangan
Di sekolah ketika kau duduk membaca Pelajari setiap kata bahasa dan budaya
Mentalar setiap isi sejarah dan urgensi tentang dogma
Dari setiap kurikulum yang dustakan intisari Akidah
Lempar paradigma tentang perdamaian
Mengaliri kebenaran ke sudut pemurtadan


Senggama neraka dari percaturan modernitas
Yang palsukan makna rukun Islam diatas omong kosong pluralitas
Dongeng kebodohan kaum trinitas
Menjelma dari setiap candu yang selalu klise terbahas
Manipulasi setiap kedok toleransi
Bersembunyi diatas real type tentang cinta kasih
Boneka para kafir demokrasi
Ketelanjangan amarah sebuah nilai tentang hak asasi
Di setiap tinta ijazah yang berubah menjadi tirani konsumerisme
Instalasi otak tercuci gengsi modernitas
Di sekolah dan setiap bukti nyata kesenjangan kelas
Kebohongan pendidikan pada satu rangkaian ambisi kafir membakar batas
Antara kufar dan Mukmin sejati
Simaklah musuh-musuh Islam di sekitar kita
Itulah para nasrani dan yahudi tak henti-hentinya
Selalu coba mendustakan Syahadat kami

Yeah … Come On !

Benturkan waktu …
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu …
Etape para pendusta agama disekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan
Candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu
Membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam berteguhlah pada tali agama Allah Janganlah Kau bercerai berai

Yooww …

Pukul 7 pagi WIB ketika sistem mulai palsukan
Makna dari dua kalimat syahadat
Sekolah umum tidak mengajarkan kita menjadi Mukmin sejati
Rangkaian pembuta makna kemurnian Akidah
Pendusta agama diatas kompromi demokrasi
Hipokrasi dari aksiomatis kristenisasi
Mengiringi strategi dari kelicikan regenerasi partai damai sejahtera
Mantra dajjal dan boneka para yahudi
Terlaknat dari omong kosong eintokia
Barigade para setan misionaris dan pengekor nasionalis
Universalitas agama yang menjebak kawah sudut pandang tentang neraka
Maka bersyukurlah kepada militansi
Karena fanatik adalah kunci Mukmin sejati
Sekolahku adalah Tarbiyyah Islamiyah
Murrobiku adalah wali kelasku
Nabi Muhammad SAW adalah teladanku
Dan Allah SWT adalah segalanya bagiku
Maka jadilah Muslim sejati
Yang berlemah lembut terhadap sesama Islam
Dan bersikap tegas terhadap orang kafir
Dari Sehelai Tirai Demokrasi
Kemurnian yang harus tetap berdiri
Bersatu sehati menghapus setiap noda hitam di dalam kalbu
Bagi Indonesia dan kenangan syahid para mujahidin yang telah meninggal atas kemerdekaan bangsa ini

Benturkan waktu …
Sungguh batas kesesatan jarak membendung kalbu
Tertusuk pilu …
Etape para pendusta agama disekitarmu
Dan para sahabat yang termurtadkan
Candu juru selamat palsu
Kuantitas para penipu
Membius dogma pluralitas senggama
Maka bersatulah umat Islam berteguhlah pada tali agama Allah Janganlah Kau bercerai berai

Langkah prestisius dari sebuah kemunafikan toleransi
Ketika jawaban adalah pluralitas
Menghimpit buas pada satu estetika omong kosong patriot pemurtadan
Menjelma pada suatu nuansa kedamaian
Sekedar topeng bagi setiap ambisi pemfitnah agama
Memberi ruang lingkup kepalsuan
Pasa satu sketsa dilema pembenaran
Menjalar disetiap pengkafiran umat

Mereka memang tak henti-hentinya memerangi Islam
Mewujudkan fakta ambisi para misionaris edan
Disini keluguan umat semakin termanfaatkan bagi sebuah konspirasi global
Agenda pion-pion zionisme
Bintang Daud dan retorika tentang keselamatan
Semaikan jihadmu di dada kawan
Genderang Perang telah ditabuh
Tuk memereka yang selalu memerangi mereka yang selalu memerangi dan mengusik agama ini
Ikat sorban dan rapatkan setiap saf-saf persaudaraan Islam
Makna kata kekusuan dan terjagalah dalam setiap kalimat Allah
Bersatulah umat Islam
Waktunya kita bangkit dan merebut kembali kejayaan itu
Agar tak ada lagi yang dibodohi
Hingga tak ada lagi fitnah bagi agama ini

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»

Penjari Jejak - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu …

Apa yang kau cari dari cerita hidup yang panjang
Dari sudut syair dunia yang pastikan hilang
Adakah estetika yang lebih bijak dari keteladanan
Pengiris lukisan alam yang tak kunjung menyentuh hatimu
Ingatlah itu !


Seperti sebatang kara di padang pasir Robadzah
Di balik sebuah keterbatasan kain kaffan yg sunyi
Pada indah sketsa teduhnya sebuah kesolehan
Begitulah Abu Dzar Al Ghifari menyemai cermin tentang keteguhan
Maka maafkanlah segala kekhilafan muawiyah
Agar sudut pandang tak ciptakan noda ukhuwah
BerIstigfarlah di tiap keping kenikmatan dunia
Semoga hari-harimu penuh dengan kemuliaan ibadah
Bermunajatlah ke sudut cerita abadi tentang keTakwaan
Ada cerita menarik pada bingkai rekonsiliasi di Futu’ Mekkah
Maka pergilah ke bukit Uhud dan kenanglah sejarah itu
Jawaban ketika hawa nafsu berada di atas keImananmu
Maka kemanakah pujangga Zulfikar yang tak pernah gentar
Menjaga jejak kesadaran tanpa paranoia seperti Abu Hanifah
Ramuan hati keEmasan Ibnul Qoyyim Al Jauziah
Kemurnian terompah kaki Bilal di Surga
Terjagalah jejak-jejak kesolehan, terjagalah dalam Nikmat & Ridho Alloh …

Rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu rapatkan Shafmu …

Bisakah kita belajar untuk bisa merasa
Bukan hanya sekedar merasa bisa
Dari waktu dan ilmu koleksi tulang imam Syafei
Maka selamilah jejak hidupmu dalam kesabaran
Merintis nurani kepahlawanan dalam esensi kesetiaan
Ksatria-ksatria pewarna sejarah tentang harapan
Penikmat Aqidah dalam kekhusyuan amaliah ibadah
Merapatkan setiap shaf dalam 5 waktu yang khusyu
Tapi tragedi di perang Mu’tah adalah fenomena
Dan Khalid membayar kesabaran itu di perang Yarmuk
Pembuktian dari sang Saifulloh Al Maslul
Generasi awal pewaris sastra kebajikan
Yang membuka mata hati dengan tajam
Merangkai imajinasi ketepatan sebuah perjuangan
Seperti keteguhan pilihan hidup Mush’ab bin Umair
Yang teguhkan bendera Islam di atas lapisan nyawa sang ibu
Seperti wejangan lama keZuhudan Fudhail bin Iyadh
Yang getarkan hati harun Ar Rasyid untuk mengerti
Bagi hutang jejak kita pada sang Robbul Izzati
Atau PR ilmu kita terhadap kesolehan
Maka lihatlah lebih dalam dengan mendengar
Dan mengerti lebih jauh dengan menyimak
Di sudut batas ketekunan dan keteguhan
Karena hidup tak hanya selembar daun telinga
Terjagalah jejak-jejak kesolehan, terjagalah dalam Nikmat & Ridho Alloh …



Baca Selengkapnya....»»

Invasi Zionisme - Thufail Al Ghifari

.
0 komentar

Korosi huru hara di akhir zaman
Blok hitam eksekusi Sayanim terus menggeram
Catatan tiada akhir tuntaskan ambisi mutakhir
Provokasi perang salib penipu Tuhan dari tetesan darah Apocalypse
Geofisika historical operasi Sphink hingga black September Kebenaran media bermain silicon untuk misi abadi ke 24 protokol Zion
Muslihat resolusi 242 dan PBB menjadi kaki tangan neraka
Merekrut dioksida badan koordinasi inteligen negara
Bahkan PBB atau CIA profetik skenario aggressor sindikat akronim yahudi
Bersihkan senator kotor formasi Ambassador perekrutan komunikator


Kontrol mobilisasi cita-cita Haykal Sulaiman
Nikita Kruscev hingga Viktor Ovtrovsky
Al Khadafi hingga Simon Perez
Modifikasi kamikaze yang membuat Charles Manson layak menjadi maskot Amerika
Untuk wacana harfiah kepalsuan propaganda
Instruktur lelucon Tel Aviv dalam pelacuran midrasha
Inflasi nada sejarah dusta Galilea yang tetap harus membayar mahal
Legenda syahid Shabra Shatilla dan voltase Fallujah

Tidak ada perang seteror perang terhadap Zionizme …

Dadu telah terlempar
Permainan tipu daya perang semesta akan segera berkobar
Referensi target merah sinyal sub kordinat
Nota faktual salinan informasi arena combat
Umpan matang dalam wacana kelabu
Tidak terlihat dalam kasat mata baku
Tidak terdengar dari mainstream yang lugu
Verifikasi ambisi spesifik Megalomania
Epitome dusta bayonet Sodom dan Gomora
Rakitan diplomatic sepicik Ellijah Muhammad
Insiden Malcolm dan Kanosa kehancuran Baghdad
Cerita invasi Teheran hingga dataran tinggi Golan
Kassa m-o double s-a-d ( M.O.S.S.A.D )
Yang definisikan terorisme pada antisemitisme
Raja raja pagan yang ingin kuasai dunia
Ketika barikade Sharon menembus ke ruang tamu kita
Pion catur pariwara dan benih konsumerisme
Uang, sex dan kekuasaan dari racun materialisme
Terbaca dalam analisa spesifik
Suatu ketika scientific terlalu bodoh untuk percaya pada akhir zaman

Akh... Tidak ada perang seteror perang terhadap Zionizme …

Download Mp3 Now!!

Baca Selengkapnya....»»
 

E-Books Islam

Abdul Aziz Bin Baz
1. 20 Fatwa Pilihan Seputar Zakat.pdf
2. 3 Masalah Penting tentang Shalat.pdf
3. Berdamai dengan Yahudi.pdf
4. Dakwah ke Jalan Allah.pdf
5. Do'a dan Zikir Pilihan.pdf

Abu A'la a Maududi
1. Asas-asas Islam.pdf
2. Cara Hidup Islam.pdf
3. Dasar-dasar Islam.pdf
4. Islam dan Jahiliyah.pdf
5. Proses Revolusi Islam.pdf
6. Syahadatul Haq.pdf
7. Tanggungjawab Pemuda.pdf

Ahad Sarwat
1. Fiqih Akhawat.pdf
2. fiqih dan syariah.pdf
3. fiqih ikhtilaf.pdf
4. Fiqih Kontemporer.pdf
5. Fiqih Kuliner.pdf
6. Fiqih Muamalat.pdf
7. Fiqih Nikah.pdf
8. Fiqih Politik.pdf
9.Fiqih Puasa.pdf
10.Fiqih Shalat.pdf
11.Fiqih Thaharah.pdf
12.Fiqih Zakat.pdf
13.Kajian Tafsir Ayat Ahkam.pdf

Al Sunnah Wal Jamaah
1. VOL-1-Muqaddimah-ArRisalah-AlAliyah-.pdf
2. ANCAMAN-Bagi-Aswaja.pdf
3. hadth-Arbain-annawawi.pdf
4. Riyadushalihin-arabImam-Nawawi.pdf
5. Al Itisham karya Imam Asy syatibi.pdf
6. Al-firqah_Al-Najiyah.pdf
7. Al-Islam_Deenul_Anbiya2.pdf
8. Al-Isra_wal_Mi^raj.pdf
9. Bulugh Al-Maram - Imam Ibn Hajar (773H-852H).rar
10.Hadis 40.pdf
11.harap-dan-takut-buah-keikhlasan-.pdf
12.kamus syirik.pdf
13.meniti kesempurnaan iman.pdf
14.riyadhus-shalihin-indonesia-edition.pdf
15.Riyadhus Salihin buku 1Imam_Nawawi.pdf

Ali Bin Hasan
1. Ihya Ulumuddin dalam Pandangan Para Ulama.pdf
2. Tashfiyah dan Tarbiyah.pdf

Fathi Yakan
1. Apa Artinya Saya Menganut Islam.pdf
2. Bagaimana Kita Menyeru kepada Islam.pdf
3. Generasi Pemuda dan Perubahan.pdf
4. Rintangan Perjuangan Pendakwah.pdf

Hadist
1. 100 Hadis Palsu.pdf
2. Ringkasan Kitab Hadist Shahih Imam Bukhari.pdf

Hasan Albana
1. [Jumaah Amin] Methode Pemikiran.pdf
2. Allah Dalam Aqidah Islam.pdf
3. Antara Semalam Dan Hari Ini.pdf
4. Dakwah Kita.pdf
5. Detik Detik Hidupku.pdf
6. Himpunan Risalah.pdf
7. Ke Mana Kita Menyeru.pdf
8. Usrah Dan Dakwah.pdf
9. Usul 20.pdf

Islam
1. HAKIKAT-MANUSIA.pdf
2. Dzikrullah.pdf
2. Dzikrullah.pdf
3. kajian-Filsafat-Dan-Teologi-Islam.pdf
4. Tauhid-Ruh-Makrifat-Hamba-Allah.pdf
5. Peta-Jalan-Ruhani.pdf
6. Kumpulan-Artikel-Abu-Sangkan.pdf
7. pemahaman-mengkaji-diri.pdf
8. Kun-Fayakuun-Man-Arofa-Nafsahu-Faqod-Arofa -Robbahu.pdf
9. Bagaimanakah-Kita-Diciptakan.pdf
10.abstrak_manunggaling-kawulo-gusti-(study-tentang-s yekh-siti-jenar).pdf
11.Kasus Lia Aminuddin Bukti Kedahsyatan Tipu Daya Setan_txt.txt
12.SUNAN BONANG.pdf

Tafsir Ibnu Katsir
1. Tafsir Ibnu Katsir Juz 1(4).pdf
2. Tafsir Ibnu Katsir Juz 2.pdf
3. Tafsir Ibnu Katsir Juz 3.pdf
4. Tafsir Ibnu Katsir Juz 4.djvu
5. Tafsir Ibnu Katsir juz 5.djvu
6. Tafsir Ibnu Katsir Juz 6.djvu
7. Tafsir Ibnu Katsir Juz 7.djvu
8. Tafsir Ibnu Katsir Juz 8.pdf
9. Tafsir Ibnu Katsir Juz 9.djvu

Ibnu Taimiyah
1. Ringkasan Minhajus Sunnah.pdf
2. Hijab & Pakaian Muslimah dalam Shalat .pdf
3. Kaidah Ahlussunnah Wal Jama'ah.pdf
4. Kumpulan Doa & Dzikir Nabawi.pdf
5. Mukhtarat Iqtidha' Ash-Shirathal Mustaqim.pdf
6. Risalah Bai'at.pdf
6. Risalah Bai'at.pdf

Ibnu Qayyim Jauziyyah
1. Bekal perjalanan ke akherat1.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat2.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat3.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat4.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat5.PDF
6. Noktah hitam senandung setan .PDF
7. Kunci kebahagiaan pdf
8. Madarijus-Salikin (Pendakian Menuju Allah).pdf
9. Manajemen-Qalbu-Melumpuhkan-Senjata-Syetan .pdf
10.Mawaridul Aman.pdf
11.Panduan Hukum Islam (I'lamul Muwaqi'in) jilid I-IV .pdf
12. Qadha dan Qadar .pdf
13. Tafsir Ibnul Qayyim.pdf
14. Tuntunan Lengkap Pernikahan.pdf
15. Zaadu Ma'ad .pdf

Imam Ali
1. Imam Ali R.A..pdf
2. Nahjul Balaghah Imam Ali as.exe
3. Sejarah ringkas Imam Ali ra.pdf

Imam Alghazali
1. Aqidah Imam Ghazali.pdf
2. Artikel Tentang Imam Ghazali.rar
3. BTS - Imam Ghazali.pdf
4. Imam Ghazali.rar
5. Riwayat Imam Al Ghazali.rar

Imam Hanafi
1. Mayit Tidak Mendengar.pdf

Imam Nawawi
1. Syarah Hadits Arba'in an-Nawawi.pdf
2. Al Adzkar imam Nawawi.rar
3. Al-Quran Adalah Kitab Samawi Terakhir .pdf
4. Hadis 40 - Imam An-Nawawi.pdf
5. Hadis arbain nawawiyah (tanpa terjemah, huruf arab jelas).pdf
6. Hadits Arbain (plus terjemah).pdf
7. Imam An-Nawawi.pdf
8. Keutamaan Membaca & Mengkaji Al-Quran .pdf
9. Riyadhus Salihin (buku 1) pdf
10.Riyadhus Salihin (buku2) .pdf
11.Syarah Shahih Muslim I.pdf
Bergeraak is proudly powered by Ruang Islam | Page Bergeraak 2010 o-om
Best View with Mozilla Firefox