Free Download

1 Des 2010

Dakwah Ke Jalan Alloh - Abdul ‘Azîz bin Baz

. 1 Des 2010
0 komentar

Sesungguhnya Alloh Subhanahu wa Ta’ala menciptakan jin dan manusia hanyalah untuk beribadah kepada-Nya semata yang tiada sekutu bagi-Nya, dan untuk mengagungkan perintah dan larangan-Nya serta untuk mengenal nama-nama dan sifat-sifat- Nya, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla :

“Dan tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia melainkan hanya untuk beribadah kepada-Ku.” (QS adz-Dzaariyat : 56)

Dan firman-Nya Azza wa Jalla :

”Wahai sekalian manusia, sembahlah Rabb kalian yang telah menciptakan kalian dan orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertakwa.” Dan firman-Nya Azza wa Jalla :


”Allah-lah yang menciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi. Perintah Allah berlaku padanya, agar kamu mengetahui bahwasanya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, dan Sesungguhnya Allah itu ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.” (QS ath-Tholaq : 12)

Alloh Subhanahu menjelaskan bahwa Dia menciptakan makhluk-Nya supaya Ia diibadahi, diagungkan dan ditaati perintah dan larangan-Nya, sebab ibadah adalah mentauhidkan-Nya dan mentaati-Nya disertai dengan pengagungan akan perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya. Alloh Azza wa Jalla juga menjelaskan bahwa Ia menciptakan langit dan bumi beserta segala isinya yang ada di dalamnya, agar supaya diketahui bahwa Ia berkuasa atas segala sesuatu dan sesungguhnya ilmu-Nya benar-benar meliputi segala sesuatu.

Dengan demikian, dapat diketahui bahwa diantara hikmah keberadaan (eksistensi) makhluk-Nya adalah, supaya Alloh dikenal nama-nama dan sifat-sifat-Nya dan Dia Jalla wa ’Ala adalah Maha Berkuasa dan Mengetahui atas segala sesuatu. Demikian pula diantara hikmah penciptaan makhluk dan eksistensi mereka adalah supaya mereka menyembah-Nya, mengagungkan-Nya, mensucikan-Nya dan merendahkan diri di bawah keagungan-Nya.

Sesungguhnya ibadah itu adalah dengan merendahkan diri kepada Alloh Jalla wa ‘Ala dan menghinakan diri di hadapan-Nya. Tugas-tugas berupa perintah (untuk melaksanakan perintah-Nya) dan meninggalkan larangan-Nya yang Alloh perintahkan kepada mukallaf disebut sebagai ibadah, dikarenakan ibadah itu dikerjakan dengan merendahkan dan menghinakan diri di hadapan Alloh Azza wa Jalla.

Kemudian, ketika ibadah itu tidak mungkin dapat ditentukan perinciannya secara bebas oleh akal, sebagaimana tidak mungkin pula akal dapat mengetahui hukum-hukum berupa perintah dan larangan secara terperinci, maka Alloh Subhanahu wa Ta’ala mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci untuk menjelaskan tentang tujuan Alloh menciptakan makhluk, menerangkan serta menguraikan perinciannya kepada manusia, sehingga mereka menyembah Alloh di atas petunjuk yang terang, dan sehingga mereka berhenti dari apa yang Alloh larang bagi mereka di atas petunjuk yang terang pula.

Para Rasul ‘alaihimush Sholatu was Salam, mereka adalahpetunjuk bagi makhluk, mereka adalah para a`immatul huda(imam yang memberikan petunjuk) dan da’i bagi seluruhmanusia dan jin yang berdakwah kepada ketaatan dan peribadatan hanya bagi Alloh. Alloh Subhanahu pun memuliakanhamba-hamba-Nya dengan eksistensi para Rasul dan menunjukkan kasih sayang-Nya dengan mengutus para Rasulkepada mereka.

Alloh menjelaskan melalui perantaraan para nabi ini jalan yang lurus dan shirathal mustaqim, sampai manusia memperoleh kejelasan akan urusan mereka dan sampai mereka tidak berkata lagi : “Kami tidak tahu apa yang Alloh kehendaki dengan kami, tidak datang kepada kami seorang pembawa berita gembira dan peringatan”, maka Alloh memutuskan dalih apologi ini danmenegakkan hujah dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab-kitab suci, sebagaimana firman Alloh Jalla wa ‘Ala :

“Dan sesungguhnya kami Telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut.” (QS an-Nahl : 36)

Alloh Subhanahu menjelaskan bahwa Ia mengutus para rasul dan menurunkan kitab suci adalah untuk memberikan keputusan di tengah-tengah manusia dengan al-Haq (kebenaran) dan al-Qisthi (keadilan) dan untuk menerangkan kepada manusiatentang apa yang mereka perselisihkan di dalamnya berupahukum-hukum dan aqidah serta tauhidullah dan syariat-Nya { ”Manusia itu dulunya adalah umat yang satu”, maksudnya yaitu (manusia dulu) berada di atas al-Haq (kebenaran), mereka tidak berselisih semenjak zaman Adam ’alaihi ash-Sholatu was Salam sampai zaman Nuh... Dahulunya manusia berada di atas petunjuk, sebagaimana diutarakan oleh Ibnu ’Abbas radhiyallahu ’anhuma dan sekelompok dari kaum salaf dan kholaf.

Kemudian kaum Nabi Nuh melakukan kesyirikan sehingga mereka saling berselisih tentang perkara yang ada pada mereka dan mereka berselisih tentang kewajiban mereka di dalam memenuhi hak Alloh. Tatkala kesyirikan dan perselisihan ini terjadi, Alloh-pun mengutus Nabi Nuh ’alaihi ash-Sholatu was Salam dan para rasul setelah beliau, sebagaimana firman Alloh Azza wa Jalla :

”Dan kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al Quran) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.” (QS an-Nahl : 64)

Alloh menurunkan kitab suci adalah untuk menjelaskan hukum Alloh terhadap segala hal yang manusia perselisihkan, untuk menjelaskan tentang segala hal yang tidak diketahui manusia dan untuk memerintahkan manusia agar mereka komitmen terhadap syariat Alloh dan berhenti pada batasan-batasannya serta melarang manusia dari segala hal yang dapat mencelakai mereka baik di dunia maupun di akhirat.

Ebooks -Download Selengkapanya Disini
Bergeraak / Ruang Islam

Baca Selengkapnya....»»

30 Nov 2010

3 Masalah Penting tentang Shalat - Abdul ‘Azîz bin Baz

. 30 Nov 2010
0 komentar

1. Menyempurnakan wudlu;

(Seseorang yang yang hendak melakukan shalat) hendaknya berwudlu sebagaimana yang diperintahkan Allah; sebagai peng-amalan terhadap firmanNya: "Wahai orang-orang yang beriman, apabila kalian hendak melakukan shalat, maka cucilah muka kalian, kedua tangan kalian hingga siku, dan usaplah kepala kalian, dan (cucilah) kedua kaki kalian hingga kedua mata kaki..." (Al-Ma'idah: 6). dan sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam:

"Tidak diterima shalat tanpa bersuci dan shadaqah dari penipuan." (HR. Muslim ).

Dan sabdanya kepada orang yang tidak betul shalatnya:

"Apabila kamu hendak melakukan shalat, maka sempurnakanlah wudhu".


2. Menghadap ke kiblat:
Yaitu Ka`bah, di mana saja ia berada dengan seluruh tubuhnya (secara sempurna), sambil berniat di dalam hatinya untuk melakukan shalat sesuai yang ia inginkan, apakah shalat wajib atau shalat sunnah, tanpa mengucapkan niat tersebut dengan lisannya, karena mengucapkan niat dengan lisan itu tidak dibenarkan (oleh syara`), bahkan hal tersebut merupakan perbuatan bid`ah. Sebab Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tidak pernah melafadzkan niat begitu juga para sahabat. Disunnahkan meletakkan sutrah (pembatas) baik sebagai imam atau shalat sendirian karena demikian itu termasuk sunnah Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam.

Shalat harus menghadap kiblat sebab tidak sah shalat seseorang jika tidak menghadap kiblat kecuali dalam kondisi tertentu yang telah banyak dijelaskan dalam kitab-kitab fikih.

3. Takbiratul ihram dengan mengangkat ke-dua tangan hingga sejajar dengan pundak sambil mengucap Allahu Akbar lalu mengarahkan pandangan ke tempat sujud.

4. Mengangkat kedua tangan di saat bertakbir hingga sejajar dengan kedua pundak atau sejajar dengan kedua telinganya.

5. Meletakkan kedua tangan di atas dada-nya, Yaitu dengan meletakkan tangan kanan pada punggung tangan kiri, atau pada pergelangan tangan kiri, atau pada lengan tangan kiri, karena hal tersebut ada haditsnya, (seperti) hadits yang bersumber dari Wa'il bin Hujr dan Qubaishah bin Hulb Al-Tha'iy yang ia riwaratkan dari ayahnya radhiyallahu 'anhu

Download Selengkapnya Disini
Bergeraak / Ruang Islam

Baca Selengkapnya....»»

29 Nov 2010

20 Fatwa pilihan seputar zakat - Abdul Aziz Bin Baz

. 29 Nov 2010
0 komentar

PERTANYAAN 1 :

Bagaimana hukum meninggalkan zakat itu? Apakah ada perbedaan antara orang yang meninggalkannya karena menentang, karena pelit, dan karena malas?

Jawab:
Bismillah, segala puji hanya bagi Allah, dan semoga shalawat serta salam senantiasa tercurah atas rasulullah, keluarga beliau dan para sahabatnya, wa ba`du:

Mengenai meninggalkan zakat, hukumnya harus diperinci. Jika meninggalkan zakat karena menentang kewajibannya, padahal seluruh syarat wajib zakat dimilikinya, maka dia telah kafir menurut ijma` meski ia mengeluarkan zakat, selama ia menentang kewajiban tersebut. Adapun jika meninggalkan zakat karena pelit atau karena malas, orang seperti ini dianggap sebagai orang fasik yang telah mengerjakan sebuah dosa besar. Orang ini tergantung kepada masyi`ah (kehendak) Allah jika meninggal atas perbuatan tersebut, Allah berfirman,

“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa saja yang dikehendaki-Nya.” (QS. An-Nisa`: 48)

Al-Qur`an dan as-sunnah yang mutawatir telah menjelaskan bahwa orang yang meninggalkan zakat akan disiksa pada hari kiamat dengan hartanya yang tidak dizakati. Kemudian ia melihat kemana arah jalannya, apakah ke neraka atau surga. Ancaman ini diberikan kepada orang yang meninggalkan zakat bukan karena menentang kewajibannya. Allah berfirman dalam surat at-taubah,

“Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani, benar-benar telah memakan harta orang dengan jalan yang batil, serta menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak, juga tidak menafkahkannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih. Pada hari dipanaskan emas perak itu dalam neraka Jahannam, lalu dibakar dengannya dahi mereka, lambung dan punggung mereka (lalu dikatakan) kepada mereka: "Inilah harta bendamu yang kamu simpan untuk dirimu sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kamu simpan itu".” (QS. At-Taubah: 34-35)

Sedangkan hadits-hadits shahih dari nabi shallallahu `alaihi wasallam juga menjelaskan hal yang sama, seperti yang telah dijelaskan oleh al-qur`an mengenai siksaan orang-orang yang tidak menzakati emas dan perak. Hadits-hadits itu juga menjelaskan siksaan pedih bagi orang-orang yang tidak menzakati binatang ternak mereka, seperti unta, lembu dan kambing. Orang-orang itu bakal disiksa oleh binatang mereka sendiri di hari kiamat.

Sedangkan yang meninggalkan zakat uang kertas dan barang-barang dagangan, maka hukumnya seperti orang yang meninggalkan zakat emas dan perak. Karena uang itu berperan sama seperti barang dagangan, emas dan perak. Sekarang mengenai orang-orang yang meninggalkan zakat, karena menentang kewajibannya. Orang-orang itu hukumnya sama seperti orang-orang kafir, mereka akan dikumpulkan bersama orang-orang kafir itu dalam neraka. Siksaan mereka terus menerus dan kekal seperti layaknya orang-orang kafir. Karena Allah telah menceritakan mereka dalam surat al-Baqarah,

“Demikianlah Allah memperlihatkan kepada mereka amal perbuatannya menjadi sesalan bagi mereka; dan sekali-kali mereka tidak akan ke luar dari api neraka.” (QS. Al-Baqarah: 167)

Allah juga berfirman dalam surat al-Maidah:
“Mereka ingin ke luar dari neraka, padahal mereka sekali-kali tidak dapat ke luar daripadanya, dan mereka memperoleh azab yang kekal.” (QS. Al-Maidah: 37) Dan dalil-dalil lainnya dalam masalah ini masih sangat banyak.

Download Selengkapnya disini
Bergeraak / Ruang Islam


Baca Selengkapnya....»»

Nasyid - Hawari mp3

.
3 komentar

1. Hawari - Ibu.mp3
2. Hawari - Belahan Jiwa.MP3
3. Hawari-AkhirZaman.mp3
4. Hawari CARILAH KEHIDUPAN SERTAKAN TUHAN.mp3
5. Hawari - Kawan.mp3
6. Hawari-JalanKehidupan.mp3
7. Hawari-Alhamdulillah-128.mp3


8. Hawari SEPINYA HIDUP TANPA KAWAN.mp3
9. Hawari - Ratapan.mp3
10. Hawari Do'a Buat Pengantin.mp3
11.Hawari INSAN PILIHAN.mp3
12.Hawari - Mujahid Muda.mp3
13.Hawari WANITA CONTOH.mp3
14.HAWARI - raja diri.mp3
15.HAWARI - Akhir zaman.mp3
16.Hawari RASULULLAH.mp3
17.Hawari - Gua Hira.mp3
18.Hawari YA ILLAHI.mp3
19.HAWARI - JANJI .MP3
20.Hawari - Sujudku Padamu.mp3
21.Hawari-KasihIbu.mp3
22.Hawari - Epilog Jiwa.mp3
23.Hawari - Alhamdulillah.mp3
24.HAWARI - PERCAYALAH .MP3

Download Now

Baca Selengkapnya....»»
 

E-Books Islam

Abdul Aziz Bin Baz
1. 20 Fatwa Pilihan Seputar Zakat.pdf
2. 3 Masalah Penting tentang Shalat.pdf
3. Berdamai dengan Yahudi.pdf
4. Dakwah ke Jalan Allah.pdf
5. Do'a dan Zikir Pilihan.pdf

Abu A'la a Maududi
1. Asas-asas Islam.pdf
2. Cara Hidup Islam.pdf
3. Dasar-dasar Islam.pdf
4. Islam dan Jahiliyah.pdf
5. Proses Revolusi Islam.pdf
6. Syahadatul Haq.pdf
7. Tanggungjawab Pemuda.pdf

Ahad Sarwat
1. Fiqih Akhawat.pdf
2. fiqih dan syariah.pdf
3. fiqih ikhtilaf.pdf
4. Fiqih Kontemporer.pdf
5. Fiqih Kuliner.pdf
6. Fiqih Muamalat.pdf
7. Fiqih Nikah.pdf
8. Fiqih Politik.pdf
9.Fiqih Puasa.pdf
10.Fiqih Shalat.pdf
11.Fiqih Thaharah.pdf
12.Fiqih Zakat.pdf
13.Kajian Tafsir Ayat Ahkam.pdf

Al Sunnah Wal Jamaah
1. VOL-1-Muqaddimah-ArRisalah-AlAliyah-.pdf
2. ANCAMAN-Bagi-Aswaja.pdf
3. hadth-Arbain-annawawi.pdf
4. Riyadushalihin-arabImam-Nawawi.pdf
5. Al Itisham karya Imam Asy syatibi.pdf
6. Al-firqah_Al-Najiyah.pdf
7. Al-Islam_Deenul_Anbiya2.pdf
8. Al-Isra_wal_Mi^raj.pdf
9. Bulugh Al-Maram - Imam Ibn Hajar (773H-852H).rar
10.Hadis 40.pdf
11.harap-dan-takut-buah-keikhlasan-.pdf
12.kamus syirik.pdf
13.meniti kesempurnaan iman.pdf
14.riyadhus-shalihin-indonesia-edition.pdf
15.Riyadhus Salihin buku 1Imam_Nawawi.pdf

Ali Bin Hasan
1. Ihya Ulumuddin dalam Pandangan Para Ulama.pdf
2. Tashfiyah dan Tarbiyah.pdf

Fathi Yakan
1. Apa Artinya Saya Menganut Islam.pdf
2. Bagaimana Kita Menyeru kepada Islam.pdf
3. Generasi Pemuda dan Perubahan.pdf
4. Rintangan Perjuangan Pendakwah.pdf

Hadist
1. 100 Hadis Palsu.pdf
2. Ringkasan Kitab Hadist Shahih Imam Bukhari.pdf

Hasan Albana
1. [Jumaah Amin] Methode Pemikiran.pdf
2. Allah Dalam Aqidah Islam.pdf
3. Antara Semalam Dan Hari Ini.pdf
4. Dakwah Kita.pdf
5. Detik Detik Hidupku.pdf
6. Himpunan Risalah.pdf
7. Ke Mana Kita Menyeru.pdf
8. Usrah Dan Dakwah.pdf
9. Usul 20.pdf

Islam
1. HAKIKAT-MANUSIA.pdf
2. Dzikrullah.pdf
2. Dzikrullah.pdf
3. kajian-Filsafat-Dan-Teologi-Islam.pdf
4. Tauhid-Ruh-Makrifat-Hamba-Allah.pdf
5. Peta-Jalan-Ruhani.pdf
6. Kumpulan-Artikel-Abu-Sangkan.pdf
7. pemahaman-mengkaji-diri.pdf
8. Kun-Fayakuun-Man-Arofa-Nafsahu-Faqod-Arofa -Robbahu.pdf
9. Bagaimanakah-Kita-Diciptakan.pdf
10.abstrak_manunggaling-kawulo-gusti-(study-tentang-s yekh-siti-jenar).pdf
11.Kasus Lia Aminuddin Bukti Kedahsyatan Tipu Daya Setan_txt.txt
12.SUNAN BONANG.pdf

Tafsir Ibnu Katsir
1. Tafsir Ibnu Katsir Juz 1(4).pdf
2. Tafsir Ibnu Katsir Juz 2.pdf
3. Tafsir Ibnu Katsir Juz 3.pdf
4. Tafsir Ibnu Katsir Juz 4.djvu
5. Tafsir Ibnu Katsir juz 5.djvu
6. Tafsir Ibnu Katsir Juz 6.djvu
7. Tafsir Ibnu Katsir Juz 7.djvu
8. Tafsir Ibnu Katsir Juz 8.pdf
9. Tafsir Ibnu Katsir Juz 9.djvu

Ibnu Taimiyah
1. Ringkasan Minhajus Sunnah.pdf
2. Hijab & Pakaian Muslimah dalam Shalat .pdf
3. Kaidah Ahlussunnah Wal Jama'ah.pdf
4. Kumpulan Doa & Dzikir Nabawi.pdf
5. Mukhtarat Iqtidha' Ash-Shirathal Mustaqim.pdf
6. Risalah Bai'at.pdf
6. Risalah Bai'at.pdf

Ibnu Qayyim Jauziyyah
1. Bekal perjalanan ke akherat1.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat2.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat3.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat4.PDF
2. Bekal perjalanan ke akherat5.PDF
6. Noktah hitam senandung setan .PDF
7. Kunci kebahagiaan pdf
8. Madarijus-Salikin (Pendakian Menuju Allah).pdf
9. Manajemen-Qalbu-Melumpuhkan-Senjata-Syetan .pdf
10.Mawaridul Aman.pdf
11.Panduan Hukum Islam (I'lamul Muwaqi'in) jilid I-IV .pdf
12. Qadha dan Qadar .pdf
13. Tafsir Ibnul Qayyim.pdf
14. Tuntunan Lengkap Pernikahan.pdf
15. Zaadu Ma'ad .pdf

Imam Ali
1. Imam Ali R.A..pdf
2. Nahjul Balaghah Imam Ali as.exe
3. Sejarah ringkas Imam Ali ra.pdf

Imam Alghazali
1. Aqidah Imam Ghazali.pdf
2. Artikel Tentang Imam Ghazali.rar
3. BTS - Imam Ghazali.pdf
4. Imam Ghazali.rar
5. Riwayat Imam Al Ghazali.rar

Imam Hanafi
1. Mayit Tidak Mendengar.pdf

Imam Nawawi
1. Syarah Hadits Arba'in an-Nawawi.pdf
2. Al Adzkar imam Nawawi.rar
3. Al-Quran Adalah Kitab Samawi Terakhir .pdf
4. Hadis 40 - Imam An-Nawawi.pdf
5. Hadis arbain nawawiyah (tanpa terjemah, huruf arab jelas).pdf
6. Hadits Arbain (plus terjemah).pdf
7. Imam An-Nawawi.pdf
8. Keutamaan Membaca & Mengkaji Al-Quran .pdf
9. Riyadhus Salihin (buku 1) pdf
10.Riyadhus Salihin (buku2) .pdf
11.Syarah Shahih Muslim I.pdf
Bergeraak is proudly powered by Ruang Islam | Page Bergeraak 2010 o-om
Best View with Mozilla Firefox